views
Fofana Menghadapi Rasisme Setelah Pertandingan Arsenal dan Chelsea

Wesley Fofana Menghadapi Rasisme Usai Pertandingan Arsenal vs Chelsea
Wesley Fofana, bek utama Chelsea, menjadi korban rasisme setelah pertandingan menegangkan melawan Arsenal. Dalam sebuah unggahan di Instagram, Fofana membagikan pengalaman mengecewakan ketika menerima komentar penuh kebencian di media sosial.
Banyak suporter mengekspresikan kebencian mereka dengan menggunakan emoji monyet di kolom komentar akun Fofana, yang langsung ditanggapi tegas oleh sang pemain. Dalam postingannya, Fofana dengan lantang menyatakan, "2025, kebodohan dan kekejaman tidak bisa lagi disembunyikan. Ini bukan hanya sepakbola, ini lebih dari sekadar olahraga ketika beberapa orang merasa bahwa warna kulit mereka membuat mereka lebih unggul dari orang lain."
Dia menambahkan, "Sudah saatnya untuk perubahan. Platform ini harus mengambil tindakan, dan setiap individu harus bertanggung jawab atas perkataannya."
Klub Chelsea juga segera memberikan dukungan kepada Fofana, mengeluarkan pernyataan keras terkait insiden tersebut. "Chelsea Football Club terkejut dan merasa jijik dengan meningkatnya pelecehan rasial online terhadap pemain kami. Pelecehan yang dialami Wesley Fofana setelah pertandingan sangat menjijikkan dan tidak dapat diterima," tulis klub dalam pernyataannya.
"Kami dan seluruh player kami memberikan dukungan penuh. Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi para pelaku dan mengambil tindakan tegas," tambahnya.
Pada pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium pada hari Minggu (16/3), Wesley Fofana tampil selama 86 menit meskipun Chelsea harus menelan kekalahan 0-1 dari Arsenal setelah gol tunggal Mikel Merino.
Comments
0 comment