Kelezatan Indonesia: Studio Bumi, Pengalaman Makan Bersama di New York
Kelezatan Indonesia: Studio Bumi, Pengalaman Makan Bersama di New York

Kelezatan Indonesia: Studio Bumi, Pengalaman Makan Bersama di New York

Kelezatan Indonesia: Studio Bumi, Pengalaman Makan Bersama di New York

Komunitas Diaspora di New York Memperkenalkan Masakan Indonesia Melalui Dining Bersama

Sejumlah diaspora di New York menggelar acara communal dining yang menyajikan masakan rumahan dengan konsep makan tengah ala Indonesia. Menariknya, 90 persen peserta adalah warga lokal setempat. Misi untuk memperkenalkan masakan Indonesia di luar negeri banyak dilakukan oleh diaspora, salah satunya oleh Bagus Ruswandi, CEO dari Studio Bumi yang kini populer di New York.

Bagus, yang memiliki latar belakang sebagai pengacara, memulai perjalanan kulinernya bukan dari industri F&B, melainkan sebagai hobi. Ia tinggal di New York untuk melanjutkan studi pascasarjana di Cornell Law School dan memulai bisnis communal dining ini pada tahun 2023. "Awalnya, saya hanya memasak di dapur kecil di apartemen saya," ungkap Bagus.

Musim gugur 2023 menjadi titik balik bagi Bagus setelah mengalami PHK. "Ini menjadi saat yang tepat untuk merenungkan apa yang benar-benar ingin saya lakukan," katanya. Dari situ, lahirlah Studio Bumi NYC, sebuah ruang di mana makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang cerita dan koneksi.

Bagus menjelaskan, "Saya melihat bahwa masakan Indonesia sangat langka di New York. Banyak orang mendengar tentangnya, tetapi tidak pernah membayangkan bisa menikmatinya dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses." Bersama rekannya, Jason Soekarno, sebagai Head of Operations, Bagus mengelola Studio Bumi dengan konsep unik.

Studio Bumi mengusung konsep communal dining yang menggabungkan masakan tradisional Indonesia dengan elemen percakapan terarah. Makanan disajikan secara family-style, mirip dengan tradisi makan bersama di Indonesia, di mana semua tamu berbagi hidangan di meja yang sama. "Sebelum makan malam dimulai, saya mengundang semua tamu untuk berbagi sesuatu tentang diri mereka, seperti nama dan satu hal baik yang terjadi dalam seminggu terakhir," jelas Bagus.

Studio Bumi menawarkan masakan Indonesia ala rumahan dalam sesi communal dining, dengan menu yang terdiri dari hidangan pembuka, utama, dan penutup. Satu sesi communal dining ditawarkan dengan harga $85 per orang, mencakup sekitar 11 hidangan. "Kami sering menyajikan jajan pasar sederhana seperti klepon atau onde-onde, serta hidangan kompleks seperti sop buntut dan bubur ayam," tambahnya.

Acara communal dining ini diadakan sebulan sekali, memberikan waktu bagi Bagus dan tim untuk mengkurasi menu yang akan disajikan. Selain itu, mereka juga menyediakan lunch set reguler untuk 10-20 klien setiap minggunya. "Kami melakukan riset dan uji coba menu untuk melihat hidangan yang bisa dimasukkan ke dalam menu communal dining," jelasnya.

Awalnya, tamu yang hadir adalah teman-teman Bagus, namun kini 90 persen peserta adalah warga lokal. "Kami mulai dengan dua sesi makan malam, masing-masing 16 orang, tetapi sekarang fokus pada satu sesi dengan 30 orang," ungkap Bagus. Ruang makan diatur dengan lima meja besar, memungkinkan tamu berbagi hidangan sambil terlibat dalam percakapan yang lebih intim.

Bagus juga berbagi testimoni dari tamu yang telah menikmati sesi communal dining, salah satunya mengatakan, "Saya ingin belajar memasak beberapa hidangan yang Kamu sajikan!" Harapan Bagus untuk Studio Bumi ke depan adalah menjadi jembatan lintas budaya untuk memperkenalkan masakan Indonesia secara global, dengan rencana untuk mengadakan kelas memasak komunitas, kolaborasi dengan chef lokal atau internasional, dan acara pop-up.

Comments

https://hitabatak.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!