Tomok Pintu Gerbang Pulau Samosir

hitabatak.com > Travel > Tomok Pintu Gerbang Pulau Samosir

Tomok Pintu Gerbang Pulau Samosir

Tomok – Tiba di parapat, tidak enak rasanya jika tidak menyebrangi danau Toba menuju sebuah pulau kecil yang dikelilingi danau Toba itu sendiri,yakni pulau Samosir.
Di pulau Samosir terdapat desa kecil namanya Tomok. disinilah banyak keramaian wisatawan baik lokal maupun manca negara. Jika Anda dari Kota Medan menuju Parapat menempuh waktu sekitar 4-5 jam,dan dari Parapat ke Tomok membutuhkan waktu menyeberangi danau Toba sekitar 30-50 menit, menggunakan kapal.

Turun dari Kapal anda akan sampai di pintu gerbang desa Tomok dan anda akan diminta uang Tiket masuk oleh petugas sekitar sepuluh ribu rupiah per orang.

Beberapa langkah dari pintu masuk, sebuah tugu putih berdiri kokoh menyambut kedatangan para pengunjung. Spot yang bagus untuk mengabadikan kedatangan Anda di gerbang Pulau Samosir ini. Dibaliknya, terdapat bangunan besar beratapkan khas rumah Batak “Selamat Datang di Tomok.”

Bergerak lagi beberapa langkah, Anda sudah resmi memasuki Desa Tomok. Kios-kios pedagang aneka cendera mata dan oleh-oleh dari Tomok siap menyambut Anda. Kios-kios yang berjajar di kiri kanan jalan ini menjual aneka macam barang dagangan, mulai dari pakaian, aksesoris, selendang, tas, dan bahkan ukir ukiran khas daerah setempat yang bisa Anda beli dan bawa pulang sebagai buah tangan. Tips ketika Anda mau berbelanja cendera mata di sini adalah jangan ragu menawar. Biasanya, para pedagang akan memberikan tawaran harga yang cukup tinggi. Kalau Anda pintar bernegosiasi, Anda bisa mendapat harga bahkan sepertiga dari harga yang ditawarkan.

Ada tiga objek wisata wajib ketika Anda berada di desa Tomok ini, terutama bagi para wisatawan yang memiliki keterbatasan waktu. Tiga objek wisata ini adalah Museum Batak, makam Raja Sidabutar, dan rumah adat orang Batak beserta patung Sigale-gale.

Baca Juga  Spot Wisata Ala Sarang Burung di Sidikalang! Ayo Kita Lihat

Setelah berjalan menyusuri kios-kios pedagang cendera mata tersebut, maka Anda akan sampai di lokasi di mana terdapat rumah adat orang Batak. Rumah adat ini berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu. Bangunannya masih berdiri dengan gagah, ditopang tonggak-tonggak kayu yang berfungsi sebagai pilar utama. Rumah adat ini menggunakan sistem pasak, di mana batang-batang kayu dibuat saling mengunci dengan pasak yang langsung dipahat pada bagian kayu tersebut sehingga bangunan tersebut bisa berdiri dengan kokoh.

Ada dua macam rumah adat sesuai fungsinya. Rumah adat berukuran besar bernama Rumah Bolon, merupakan rumah adat khusus para raja beserta keluarganya. Sedangkan rumah adat berukuran lebih kecil bernama Siamporik, merupakan kediaman para bangsawan atau orang-orang kaya. Di depan rumah adat Bolon inilah terdapat patung Sigale-gale. Sigale-gale merupakan nama sebuah boneka kayu yang bisa digerakkan untuk menari. Jika Anda datang pada saat yang tepat, Anda bisa menonton pertunjukan tari patung Sigale-gale ini dengan tarif seikhlasnya.Setelah mampir dan melihat-lihat rumah adat Batak beserta patung legendaris Sigale-gale, Anda bisa mengunjungi makam raja kuno Sidabutar. Ketika memasuki kompleks makam, terlihat beberapa batu berukirkan kepala manusia. Batu tersebut merupakan peti atau kubur yang tidak dimasukkan ke dalam tanah, melainkan berada di permukaan tanah. Di dalam peti tersebut telah dimakamkan raja-raja keturunan Sidabutar. Di sinilah letak keunikan dari makam tersebut yang menarik untuk diketahui lebih jauh lagi.

Setelah mengunjungi makam raja kuno Sidabutar, Anda bisa melanjutkan wisata sejarah dan budaya di Desa Tomok ini dengan menuju ke Museum Batak. Museum ini dibangun menyerupai rumah adat Batak. Museum ini memiliki sejumlah koleksi diantaranya adalah beberapa peninggalan seperti senjata, pakaian adat, dan alat rumah tangga orang Batak kuno. Jika Anda ingin mengabadikan gambar sebagai kenang-kenangan, Anda diperkenankan memakai pakaian adat Batak yang tersedia. Untuk mengunjungi museum ini, Anda tidak akan dipungut biaya apa pun.

Baca Juga  Menparekraf : Keindahan Danau Toba Tak Kalah dengan Eropa

Jalan-jalan di Tomok meninggalkan kesan dan kenangan tersendiri. Sudah siap untuk berkelana?