Danau Toba (foto : ist)

Medan – Virus Corona atau Covid-19 yang sudah menjadi bencana dunia sudah menjakiti ratusan negara, salah satunya Indonesia. Di Indonesia sendiri Sejak pertama kali diumumkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo 2 Maret 2020, temuan Covid-19 di Indonesia pada Rabu (17/3) mencapai 227 kasus dan merebak di beberapa Wilayah yang berada di 8 provinsi dan tersebar di 4 pulau di Indonesia, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung dan Kalimantan Timur.

Akibat Virus Corona, UNESCO akhirnya menunda Sidang Pleno yang ke-209 di Paris, April 2020 mendatang. Dimana salah satu agenda dari sidang pleno tersebut yakni membahas penetapan status Geopark Kaldera Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark.

Dilansir dari laman Tribunmedan, Penundaan tersebut disampaikan oleh GM BP-GKT, Wan Hidayati, didampingi Wakil GM BP-GKT, Gagarin Sembiring, serta admin website/IT BP-GKT, Naomi Anggi Ketaren atas jawaban informasi yang diterima Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) melalui email yang disampaikan Kristof Vandenberghe, Chief of Earth Sciences and Geo-Hazards Risk Reduction Section UNESCO Global Geoparks Secretariat.

“Seharusnya disampaikan dalam sidang pleno ke-209 yang digelar UNESCO. Rapat pertemuan itu ditunda sebagai bagian keputusan antisipasi penyebaran virus corona COVID-19,” kata Wan Hidayati.

Lebih lanjut Wan Hidayati menyebut, rencana penyerahan plakat UNESCO Global Geopark kepada Kaldera Toba sejauh ini masih on schedule di Jeju, Korea Selatan, pada September 2020. Pernyataan tersebut sebagai penguatan jawaban terhadap antusias masyarakat yang telah menunggu kepastian dan perkembangan status Geopark Kaldera Toba.

“Kita tegaskan, rencana bulan April 2020 pengukuhan dan tandatangan sertifikat Geopark Kaldera Toba tertunda atas dampak kebijakan antisipasi penyebaran virus corona COVID-19,” tegasnya.

Baca Juga  Hari Kedaulatan Babi ditetapkan pada tanggal 10 Februari dan akan diperingati setiap Tahunnya

Sebelumnya, sejumlah komentar dan tanggapan banyak disampaikan pihak-pihak yang meyakini status Geopark Kaldera Toba diumumkan UNESCO pada April 2020.