Pahlawan Nasional dari Tano Batak

hitabatak.com > Artikel > Pahlawan Nasional dari Tano Batak

Pahlawan Nasional dari Tano Batak

Pahlawan Nasional adalah penghargaan tertinggi di negeri ini. Gelar ini diberikan kepada mereka yang telah melakukan ‘perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya’ atau ‘berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara’.

Ditetapkan setiap peringatan Hari Pahlawan 10 November seperti hari ini, gelar Pahlawan Nasional hingga 2016 ini sudah diberikan kepada 169 tokoh.

Nah, dari sekian banyak Pahlawan Nasional, sedikitnya ada 10 tokoh yang berasal dari Tano Batak.

1. Sisingamangaraja XII

Sisingamangaraja XII merupakan Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 9 November 1961 berdasarkan SK Presiden RI No 590/1961. Sisingamangaraja XII lahir di Bakara tanggal 18 Februari 1845 dan meninggal dunia di Dairi tanggal 17 Juni 1907.

Sisingamangaraja XII nama kecilnya adalah Patuan Bosar, yang kemudian digelari dengan Ompu Pulo Batu. Ia juga dikenal dengan Patuan Bosar Ompu Pulo Batu, naik tahta sebagai raja Toba pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon, selain itu ia juga disebut juga sebagai raja imam.

2. Jend. A.H.Nasution

Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution merupakan Pahlawan Nasional Indonesia. Tentara berdarah Batak ini lahir di Kotanopan, Sumatera Utara tanggal 3 Desember 1918 dan meninggal di Jakarta tanggal 6 September 2000.

Dia merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean.

3. Adam Malik

Adam Malik Batubara merupakan Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 6 November 1998 berdasarkan Keppres Nomor 107/TK/1998.

Dia lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara tanggal 22 Juli 1917 dan meninggal di Bandung, Jawa Barat tanggal 5 September 1984.

Adam Malik adalah mantan Menteri Indonesia pada beberapa departemen, antara lain ia pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga

Baca Juga  Dorong Penanganan Covid-19 Terintegrasi di Sumut

4. Ade Irma Suryani Nasution

Ade Irma Suryani Nasution merupakan Pahlawan Nasional Indonesia, yang lahir tanggal 19 Februari 1960 dan meninggal tanggal 6 Oktober 1965.

Dia adalah putri dari Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution, yang menjadi sasaran pada Gerakan 30 September 1965. Ade yang berumur 5 tahun tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahandanya.

5.  D.I. Panjaitan

Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan atau yang kerap disebut sebagai D.I. Panjaitan merupakan Pahlawan Revolusi/Pahlawan Nasional Indonesia.

D.I. Panjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara tanggal 19 Juni 1925 dan meninggal di Lubang Buaya, Jakarta pada 1 Oktober 1965.

Dia adalah satu dari tujuh jenderal yang menjadi korban Gerakan 30 September 1965.