Hitabatak.com/Jakarta,- Masyarakat Batak yang ada di daerah Jabodetabek dan sekitarnya menggelar acara Natal dengan nama Natal Batak Bersatu 2019 yang dilaksanakan di gedung Mulia Raja, Jalan Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu sore (25/12).

Natal Batak 2019 mengangkat tema “Cerdik seperti ular, Tulus seperti merpati” dengan sub tema “Immanuel” yang terambil dari Matius 1 : 18-25.

Sejumlah tokoh hadir dalam Natal Batak Bersatu 2019 seperti . Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo, politikus PDIP Maruarar Sirait, Ketua Umum PGI terpilih Pdt. Gomar Gultom, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dan sejumlah tokoh lainnya.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam perayaan Natal Batak Bersatu 2019 (Doc. Antv)

Acara ini digelar untuk memperingati hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus juga untuk menjadi ajang silaturahmi bagi warga Batak yang ada di Jakarta. Sejumlah warga Batak perantauan nampak menggunakan baju daerah, sebagian juga menari di panggung.

Acara Natal dimulai dengan ibadah dan dilayani oleh Pdt. Gomar Gultom dan dilanjutkan dengan acara perayaan dengan melantukan lagu-lagu khas Batak dipadu dengan lagu Natal dinyanyikan bersama dan ramah tamah seluruh hadirin yang datang.

Hadirin terlihat bernyanyi bersama mengikuti irama. Tepuk tangan penonton terdengar usai lantunan lagu selesai dinyanyikan.

Rolas Sitinjak selaku ketua panitia Natal Batak Bersatu 2019 menegaskan bahwa keberadaan orang Batak diperantuan untuk menjaga perdamaian dan menghargai satu akan yang lain.

“Kita orang Batak yang ada di tanah rantau ini, di Jakarta ini, adalah orang-orang yang cinta damai, menghormati satu dengan yang lain, dan saling mendukung. Kira-kira begitu. Itu target besar kita,” kata Rolas Sitinjak dilansir dari Laman berita Detik.com

Romo Benny Susetyo yang berkesempatan hadir yang juga membawakan Doa syafaat saat ibadah Natal mengatakan Perayaan Natal bersama ini membawa kesan terdalam, karena disinilah semua lapisan masyarakat bisa berjumpa tanpa sekat dan bersatu untuk merayakan kebersamaan dan persaudaraan.

Baca Juga  Anakhonhi Do Hamoraon Di Ahu

“Dunia membutuhkan sebuah kesadaran baru, yaitu nilai kemanusiaan, itu menjadi inti nilai persatuan. Jadi dunia sekarang bergerak untuk mewujudkan nilai-nilai persaudaraan, nilai-nilai kemanusiaan, nilai kebersamaan dan jaringan itu,” ujar Romo Benny Susetyo.