Sudah menjadi hal yang lumrah menjelang Tahun baru semua sibuk dan bergegas menyambut malam pergantian tahun, secara khusus bagi orang Batak.

Selain Marbinda seperti diberitakan Hitabatak.com sebelumnya Orang Batak khususnya Naposo (pemuda/i) sudah mempersiapkan diri untuk berbicara didepan keluarga pada saat malam pergantian tahun.

Ada yang sibuk menghapal, ada yang cemas dan khawatir ada pula yang berdoa supaya pada saat gilirannya Para anggota keluarga sudah tidur semua.

Itulah serba-serbi dari Mandok Hata!

Mandok Hata terdiri dari dua suku kata memiliki pengertian menurut Kamus Bahasa Batak, yaitu Mandok : Menyampaikan, mengatakan, Hata : Kata.

Jadi Mandok Hata memiliki pengertian Menyampaikan Kata. Sebenarnya Mandok Hata bagi orang batak merupakan Hal yang biasa dilakukan, baik dalam pesta, adat, syukuran, tahun baru dan kegiatan lainnya.

Tidak heran banyak salah satu alasan banyak orang Batak jago berbicara dan berdialektika dikarenakan Mandok Hata.

Namun Mandok Hata memiliki keunikan tersendiri ketika dilakukan pada saat malam pergantian tahun karena tepat pada malam pergantian tahun pada pukul 00.00, seluruh anggota keluarga anggota akan duduk rapi sesuai dengan batasan usia yang paling tua.

Momentum malam pergantian tahun pada saat mandok Hata menjadi sangat bermakna dengan melekat asas kekeluargaan. Mandok Hata menjadi kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah, uneg-uneg, melampiaskan emosi dan semua perasaan dalam hati yang sudah terpedam dalam hati melihat sikap dan perilaku sesama anggota keluarga.

Pokoknya pas malam tahun baru menjadi malam paling bebas ngomong apa saja. Tujuannya agar tahun baru nanti ada perubahan. Setiap kesalahan diperbaiki. Lalu saling introspeksi.

Tidak jarang sesama anggota keluarga saling hati pada saat mandok Hata, namun selesai mandok Hata semua akan lepas dan lega karena akan saling mengeluarkan air mata seraya berpeluk-pelukan dan bermaaf-maafan. karena bagi orang sumatera utara khususnya orang Batak momentum memaaf-maafan dilakukan pada saat malam pergantian tahun. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan begitu melekat didalamnya.

Baca Juga  Evakuasi Masyarakat Sumut di Wamena, Pemprov Bentuk Tim Khusus

Usai Mandok Hata lalu tidur. paginya tidak ada aksi turun ke jalan, namun pergi ke gereja. Siangnya makan enak. Para tetangga muslim bersiap datang ke rumah ikut berbahagia mengucapkan selamat tahun baru. Biasanya juga para tetangga dekat akan mengantar makanan dan kue begitu sebaliknya.

Akhirnya selamat mempersiapkan narasi yang terbaik pada saat Mandok Hata nanti.