Kematian adalah sebuah ketetapan. Jika telah datang waktunya, tak satu pun makhluk yang mampu menangguhkannya. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya?

Bagi orang Batak ada beberapa jenis kematian:

1. MATE PUPUR = Tidak punya keturunan sama sekali .

2. MATE PUNU = Wafat tidak meninggalkan Anak Laki laki sebagai Penerus Marga walaupun , punya anak Perempuan .

3. TILAHAON = Wafat anak yang belum menikah baik masih anak-anak maupun sudah dewasa ,.tapi Bapa Ibunya masih ada.. Tilaha = anak yg Wafat , Tilahaon =, Orang tuanya.

4.MATE MANGKAR : Wafat Bapa / Ibu , meninggalkan anak-nak belum ada yg menikah .

5. PONGGOL ULU : Meninggal seorang Bapa , meninggalkan Isteri dan anak2 yg belum dewasa ( Marsapsap Mardum ) .

6. MATOMPAS TATARING : Seorang Ibu wafat meninggalkan Suami dan anak2 yg belum dewasa.

7. SARIMATUA :  Seorang Bapak / Ibu wafat , sudah punya cucu dari Anak , punya Cucu dari Boru , tapi masih ada Anaknya yg belum nilah baik laki atau Perempuan.

8 .SAURMATUA :  Seorang Bapa/ Ibu , wafat , punya cucu dari Anak Laki , punya Cucu dari Anak Perempuan , dan semua anak sudah menikah ( Simpan ) ,, walaupun masih ada anak/ borunya yg belum punya keturunan . Yang penting sudah menikah ( Sohot) .

9. SAURMATUA GABE :  Seorang Bapak/ Ibu wafat , sudah punya Cicit ( Nini ) ,artinya ; Anak laki2nya sudah ada yg punya Cucu.

10. MAULIBULUNG :  Seorang Bapak / Ibu , wafat , sudahpunya buyut ( Anak laki dan Anak Perempuannya sudah punya cucu ) sering disebut MARNINI MARNONO.
Tapi ada Syaratnya : Anak sudah nikah semua , semua punya keturunan dan tidak boleh ada yg meninggal mendahului Bapak / Ibunya .

Nah..status ini lah yg paling tinggi di Adat Batak dan sangat jarang ditemukan saat ini .

Baca Juga  GTTP Covid-19 Sumut : Pasien Positif Ditentukan Lewat Pemeriksaan Swab PCR

 

By Hitabatak

Berbagi informasi menarik tentang Batak.