Ingkon Bengkuk Do Mata Ni Hail Asa Dapotan

hitabatak.com > Artikel > Ingkon Bengkuk Do Mata Ni Hail Asa Dapotan

Ingkon Bengkuk Do Mata Ni Hail Asa Dapotan

Ungkapan “ingkon bengkuk do mata ni hail asa dapotan” yang dalam bahasa Indonesia, mata kail haruslah bengkok agar mendapatkan ikan. Tak dapat disangkal, bahwa mata kail merupakan set perlengkapan mancing yang sangat vital. Kebetulan di depan tempat tinggal kami adalah tempat pemancingan. Tiap-tiap hari menyaksikan orang memacing.

Pacing, benda berbentuk huruf u yang salah satu ujungnya lebih pendek dari yang lain ini biasanya dibuat dari jenis bahan logam. Beberapa memang terbuat dari bahan campuran aluminium atau tembaga yang mudah bengkok.

Tentunya, bahan yang diproduksi dari pabrikan tentu punya maksud mengapa mata kail dibuat lunak, dan beberapa dibuat keras. Jangan salah persepsi dalam membeli mata kail, biasanya untuk pemula yang tak mengerti akan membeli secara acak dalam beberapa ukuran dan jika diperhatikan mata kail yang digunakan di daerah pemancingan tertentu sering tak tepat akibatnya tentu dapat diperkirakan yaitu; gagal atau ikan tak bisa terkail.

Sementara yang disebut badan kail adalah panjang kail, dimulai dari tempat mengikat kail sampai ke titik di mana kail dibengkokkan. Ini disebabkan apabila ikan tersebut menyambar umpan, mata kail akan menarik, daya ketahanan yang kuat dan tak akan patah saat dihentak.

Lalu, apa makna filosofi ini dengan ungkapan Batak di atas? Alih-alih mata kail ini mudah diasah serta membutuhkan sentakan untuk dapat mencakuk ikan. Bahwa anatomi sebuah mata kail sebagai tempat mengikat kail sampai ke titik dimana kail dibengkokkan. Namun, yang perlu diketahui bahwa mata kail itu haruslah tajam.

Maknanya dalam ungkapan Batak itu, bahwa untuk mendapatkan sesuatu, harus berani dan punya strategi. Artinya, untuk menggapai satu tujuan perlu ada program ada jalan yang dipetakan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu pemikiran itu diterapkan ingkon bengkuk do mata ni hail asa dapotan.

Baca Juga  Putri Jokowi, Kahiyang Ayu Akan Menikah Awal November Dengan Bobby Nasution

*Penulis : Hojot Marluga adalah seorang jurnalis, dulu menjadi redaktur pelaksana Reformata. Saat ini menggeluti dunia penulisan buku-buku memoar; otobiografi dan biografi.


hitabatak.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya serta event atau kegiatan yang perlu dipublikasikan. Tulisan hendaknya orisinal dan disertai dengan foto serta data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan). Panjang tulisan 600-1.500 karakter. Tulisan dapat dikirim ke redaksi [email protected] atau ke nomor 0822-7623-2237. Horas!