Harus Ditutup, KJA Dinilai rusak ekosistem di Danau Toba

hitabatak.com > Artikel > Harus Ditutup, KJA Dinilai rusak ekosistem di Danau Toba

Harus Ditutup, KJA Dinilai rusak ekosistem di Danau Toba

Toba – Keramba Jaring Apung (KJA) PT Regal Springs Indonesia (RSI) yang sebelumnya berganti nama dari PT Aquafarm Nusantara dari Ajibata ke Porsea dan Uluan Kabupaten Toba dinilai tidak sesuai dengan tujuan awal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Yakni pelestarian KDT sebagai air kehidupan bagi masyarakat, ekosistem, dan kawasan kampung masyarakat adat Batak.

Oleh karena itu masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba, Sumatera Utara mendesak Pemkab Toba untuk menolak bahkan menutup keberadaan.

Kasan Mulyono selaku External Affairs Senior Manager PT RSI mengatakan pekan lalu bahwa PT RSI merencanakan akan memindah KJA ini ke Porsea dan Uluan, Kabupaten Balige.

Sementara itu Delima Silalahi selaku Direktur Program Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) menanggapi hal itu  dengan menyatakan keberadaan KJA di kawasan Danau Toba sepatutnya ditutup.

“Ini merupakan tuntutan yang cukup lama,  dari banyak pihak termasuk KSPPM, yang selama ini fokus terhadap isu-isu pelestarian Danau Toba di hulu dan di hilir,” kata Delima, Rabu (27/5).

Hal ini berdasarkan keberadaan KJA selama ini memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap kerusakan kualitas air Danau Toba yang mengakibatkan air Danau Toba yang tadinya merupakan air kehidupan (mual natio) bagi masyarakat di Kawasan Danau Toba, tidak lagi layak konsumsi.

“Oleh karena itu, merelokasi KJA ke Porsea dan Uluan hanyalah memindahkan permasalahan dan memperluas pencemaran. Bukan menyelesaikan akar masalah. Akar masalahnya adalah daya tampung dan daya dukung Danau Toba tidak lagi mampu mengakomodir keberadaan KJA tersebut. Daya tampung dan daya dukung Danau Toba hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang tigngal di kawasan Danau Toba”, tandasnya.

Baca Juga  Jelang peresmian Danau Toba sebagai anggota Unesco Global Geopark, BPODT fokus kembangkan 16 situs geologi

KSPPM meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten Toba untuk turut menolak rencana ini dan lebih berpihak pada kepentingan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem Danau Toba. Tidak hanya fokus pada peningkatan PAD daerah semata.

Sumber : Media Indonesia
Editor    : Yedija M