Oleh : Yedija Manullang

Pangan merupakan kebutuhan manusia yang sangat mendasar karena berpengaruh terhadap eksistensi dan ketahanan hidupnya, baik dipandang dari segi kuantitas dan kualitasnya.

Mengingat kadar kepentingan yang demikian tinggi, pada dasarnya pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sepenuhnya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia.

Pangan dan pertanian adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, dimana pertanian menjadi sektor utama dalam penghasil dan produksi pangan. UU RI No. 41 Tahun 2009, Pasal 1 Ayat 10;  mengatur bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik  jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Namun selalu ada permasalahan yang muncul dalam proses mencapai ketahanan pangan ini.

Faktanya dulu ada beras khusus untuk orang tidak mampu (raskin) Walaupun saat ini sudah dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan dan maskh berlangsungnya impor bahan makanan dari luar yang artinya bahwa dari fakta tersebut menandakan ketahan pangan di Indonesia belum tercapai. Lalu siapakah sepatutnya disalahkan dengan fakta yang menandakan bahwa kita belum berdaulat akan ketahanan pangan ?

Sebenarnya tidak ada yang salah dalam konteks ini! Kenapa tidak ada yang salah? Ya, karena kita hanya kurang rasional saja dalam perspektif pangan tersebut. Salah satu contoh begini, ketika berbicara tentang pangan maka kecenderungan masyarakat Indonesia langsung disempitkan bahwa pangan adalah dan hanya nasi. Paradigma ini la yang terus ada dan sudah menjadi tradisi.

Bahkan dalam masyarakat kita ketika ditanya sudah makan belum ? dijawab dengan belum dengan alasan belum makan nasi padahal sudah makan gorengan, bubur, ketroprak, mie ayam atau makanan yang lainnya.  Paradigma ini terus berlanjut ketika pangan selalu diidentikan dengan karbohidrat yang hanya didapat dari nasi saja sehingga seperti contoh di atas belum makan kalau belum makan nasi.

Baca Juga  Setelah Dinobatkan Bupati Terbaik versi IAM, Nikson Nababan dapat Penghargaan Indonesia Visionary Leader

Sejatinya memang Pangan adalah sumber karbohidrat tetapi bukan hanya berasal dari nasi saja toh. Secara luas sumber pangan dunia ada berasal dari Padi, Kentang, Gandum, Kedelai, dan Umbi-umbian. Dimana daripada itu kandungan karbohidrat yang tinggi juga yang hampir sama dengan beras.

Bahkan pada tahun 1845 di Irlandia terjadi kelaparan hebat yang melanda negeri yang menyebabkan kematian dan membuat masyarakat disana bermigrasi ke benua amerika, itu dikarenakan hampir semua ladang-ladang kentang disana gagal panen disebabkan serangan patogen tanaman, menandakan bahwa bukan hanya padi  saja yang bisa menjadi pangan kita.

Potensi sumber karbohidrat yang kita miliki sangat melimpah di Indonesia, sangat rugi jikalau tidak dimanfaatkan dan didistribusikan untuk masa kini dan masa yang akan datang. Terlebih untuk menjadi komsumsi nasional disamping beras tadi. Beberapa contoh sumber-sumber pangan lokal yang ada di Indonesia.

Sukun ,Jewawut, Suweg, Bunga bangkai, Gadung, Sagu, dan masih banyak lagi. Ah Indonesia memang tidak hanya sangat kaya akan sejarah, budaya, bahkan termasuk tanaman pangannya.

Dengan demikian akankah padi yang diolah menjadi beras kemudian menjadi nasi yang kita produksi terus menerus sehingga semakin membuat kita ketergantungan? bahkan negara harus mengimpor beras dari negara tetangga dengan dalih untuk memperkuat cadangan beras nasional atau lainnya. Miris memang ditengah negara sebagai berstatus negara agraris kita terus melaksanakan itu dengan produksi yang sangat besar seperti itu. Ketahanan pangan tercapai bila,

1. Ketersediaan Pangan

Ketersedian pangan disini adalah Ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, berasal dari pangan lokal, impor dan stok masyarakat

2. Akses Pangan

Kemampuan akses fisik dan ekonomi terhadap sumber pangan secara sosial dan demografis sepanjang waktu dan di mana saja dan Penyerapan pangan dalam pemenuhan  gizi dan kesehatan.

Baca Juga  5 Akun instagram tentang Batak yang wajib kamu follow

Untuk sampai kesana tentu Negara harus mandiri dan berdaulat dalam menentukan kebijakan pangannya sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya. Kita sebagai masyarakat harus dicerdaskan tentang pangan bahwa bukan hanya nasi saja menjadi sumber pangan namun sangat beragam di Indonesia yang kemudia ketika diolah dengan kreatif bisa menjadi potensi peningkatan ekonomi disamping sebagai komsumsi pangan.

Akhirnya dihari Pangan Sedunia ini pun harus kita mulai dari setiap pribadi kita masing-masing yang mencita-citakan ketahanan pangan dengan mengkomsusi pangan yang lain selain nasi secara berkelanjutan dan juga Negara harus membuat petani bangga berprofesi sebagai petani dengan status negara agraris, pemerintah harus memberi apresiasi yang nyata kepada petani ( subsidi & Reformasi Agraria) karena Petani juga manusia yang juga ingin hidup sejahtera & bahagia.

Harapannya dengan hal-hal demikian maka tercapailah ketahanan pangan. Bung Karno pernah berkata, “Hidup matinya sebuah negara, ada ditangan sektor pertanian negara tersebut”