Hitabatak.com/Padangsidimpuan,- Melihat realitas yang terjadi ditengah masyarakat Desa Muara UPU, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan yang tengah mengharapkan keadilan dari Pemerintah akibat Ulah PT. Maju Indo Raya. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Padangsidimpuan turun langsung kelapangan menjumpai masyarakat  untuk mendengar dan melihat tangisan Masyarakat pada jumat (13/12)

Berdasarkan Keterangan Masyarakat Desa Muara UPU, Kecamatan Muara Batangtoru Pada Tahun 2016 dan 2018 PT. Maju Indo Raya dan pihaknya di duga telah menghancurkan rumah, ladang masyarakat dengan pengawalan bersenjata yang mengakibatkan hilangnya mata pencarian masyarakat.

Mirisnya seluruh bangunan desa yang di bangun di perkirakan Tahun 1984 beserta kuburan para orang tua mereka yang terdahulu ikut di hancurkan, lokasinya berada di sekitar Gunung Simulak Anjing, dimana sebelumnya di ketahui milik masyarakat dan sekarang sudah beralih fungsi menjadi lahan Perkebunan Kelapa sawit atas ulah Perusahan PT. Maju Indo Raya tersebut.

Di jelaskan Ketua Cabang GMKI Kota Padangsidimpuan Robet Rimhot Pasaribu Berdasarkan SK. No. 21 /HGU/BPN/1998. Bahwa HGU PT. Maju Indo Raya sebenarnya berada di Desa Rianiate bukan Di Desa Muara UPU, dimana di perkirakan jarak kedua Desa tersebut sekitar 18 Km, tapi anehnya kenapa yang di rampas justru Desa Muara UPU, paparnya.

Di tambahkan sesuai SK No. 91/Tadm/V/1990 Tentang Penetapan tanah adat menjelaskan Bahwa lahan tersebut merupakan Tanah adat desa Muara UPU, akan tetapi kenapa hak masyarakat Muara UPU yang di rampas secara paksa dan teganya menghancurkan rumah Ibadah, rumah warga serta kebun sebagai sumber mata oencaharian masyarakat sehingga masyarakat Muara UPU banyak yang tidak memiliki rumah akibatnya masyarakat tidak mampu lagi menyekolahkan anak- anak mereka, tegasnya.

Baca Juga  Jefri Butar-butar Perkosa Mahasiswi Akbid Asal Samosir,di Kebun Sawit Kota Siantar

Diminta kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Khususnya Bapak H. Syahrul M. Pasaribu agar memperhatikan dan melihat tangisan serta memperjuangkan hak masyarakat Muara UPU yang telah di rampas serta mengharapkan Keadilan bagi kami demi kelangsungan hidup kami sebagai masyarakat, kini tiada rumah sebagai tempat kami berteduh dan anak anak kami menangis tidak bisa sekolah lagi.

Karena mata pencarian orang tuanya di hancurkan oleh Pihak PT.Maju Indo Raya yang tidak berkemanusiaan. Dan segera memanggil pihak perusahaan tersebut, jelas Ketua Cabang GMKI Kota Padangsidimpuan Robet Rimhot Pasaribu.(rls/rrp)