Festival Danau Toba 2019 Terancam Terganggu Akibat Virus Hog Cholera

hitabatak.com > Artikel > Festival Danau Toba 2019 Terancam Terganggu Akibat Virus Hog Cholera

Festival Danau Toba 2019 Terancam Terganggu Akibat Virus Hog Cholera

Hitabatak.com/Medan,- Pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) 2019 akan dilaksanakan pada 9 – 12 Desember 2019 di Parapat, Kabupaten Simalungun dinilai akan terganggu akibat virus Hog Cholera.

Wabah virus hog cholera yang membuat puluhan ribu ternak babi mati massal diberbagai daerah di Sumatera Utara dalam beberapa waktu belakangan ini tidak hanya membuat kerugian dalam masyarakat sumatera utara secara khusus para pelaku usaha ternak babi melainkan virus hog cholera menimbulkan ketakutakan dikalangan masyarakat untuk mengomsumsi daging berkaki empat tersebut.

Bahkan dibeberapa pesta adat Batak daging babi sudah diganti dengan daging yang lain seperti yang sudah diberitakan Hitabatak.com sebelumnya.

Akibat banyaknya ternak yang mati membuat bangkai babi dibuang secara sembarangan ke sungai dan pinggir jalan, sehingga membuat masyarakat resah dan mengamcam pelaksaan FDT 2019 terganggu karena para wisatawan takut datang ke Danau Toba akibat wabah virus tersebut.

Banyak tokoh akhirnya bicara mengenai fenomena ini, salah satunya Baskami Ginting yang saat ini menjadi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara. Ginting meminta kepada pemerintah untuk dapat memberikan vaksin Hog Cholera, pada peternak di sekitaran Danau Toba. Upaya ini, kata dia untuk mengantisipasi agar wisawatan tidak takut untuk datang melihat FDT.

Ketua DPRD Sumut/Baskami Ginting (Doc. Tribunmedan.com)

Kepada masyarakat, selama event ini berlangsung jangan membiarkan hewan peliharaan apapun keluar dari kandang. Sebab, jika hewan berkeliaran tentunya akan membuat resah wisawatan yang datang.

“Hog Cholera, saya rasa ini harus dikandangkan dengan baik jangan dilepas sembarangan, harus kita tepatkan pada posisi kandang yang baik. Pemerintah setempat juga harus melakukan pengecekan dan mengimbau masyarakat setempat. Agar wisawatan tidak takut akan virus ini,” ujar Ginting seperti diberitakan oleh Tribunmedan.com pada Kamis (5/12).

Baca Juga  10 Hal Yang Menonjol Dari Wanita Batak

Lebih lanjut Ginting menyarankan agar pihak pemerintah bekerja dengan maksimal untuk mensukseskan event tahunan Danau Toba ini untuk mengharumkan nama baik Sumut serta dalam FDT 2019 nanti untuk tidak hanya menonjolkan budaya dan adat Batak Simalungun saja walaupun pelaksanaanya di Simalungun namun seluruh umut wajib ditonjolkan pada FDT.

Terakhir Baskara Ginting berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat menunjukkan keramahtamahan kepada wisatawan serta agar-agar semua dapat menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan keamanan dengan tujuan agar para wisatawan dapat tinggal lebih lama menikmati destinasi Danau Toba.