Diduga Palsukan Keterangan, Salah satu Anggota DPRD Simalungun Terancam Pidana

hitabatak.com > Artikel > Diduga Palsukan Keterangan, Salah satu Anggota DPRD Simalungun Terancam Pidana

Diduga Palsukan Keterangan, Salah satu Anggota DPRD Simalungun Terancam Pidana

Simalungun – Anggota DPRD Kabupaten Simalungun inisial IP terancam Pidana karena diduga memalsukan keterangan, bahwa dirinya pernah sebagai terpidana. Selasa, 4 Agustus 2020.

Institute Law And Justice (ILAJ) atau Yayasan Lembaga Hukum dan Keadilan sebagai lembaga yang aktif dalam proses pengawalan penegakan hukum dan keadilan di Indonesia khususnya di Kabupaten Simalungun, telah melakukan investigasi terkait dugaan pemalsuan keterangan tersebut.

Saudara IP memberikan keterangan untuk mendaftar ke KPU bahwa dirinya tidak pernah terpidana.

Keterangan tersebut diduga palsu, setelah ILAJ mencocokkan dokumen pendaftaran saudara IP yang digunakan untuk mendaftar sebagai Anggota DPRD Kabupaten Simalungun dengan dokumen putusan Pengadilan Negeri Kota Pematangsiantar yang pernah menjatuhkan hukuman pidana kepada saudara IP.

Sdr. IP pernah dijatuhi hukuman kurungan yang diponis oleh Pengadilan Negeri Kota Pematangsiantar. Sebut Fawer Full Fander Sihite Ketua ILAJ.

Jika saudara IP pernah terpidana seharusnya dia mejalankan persyaratan sesuai dengan undang-undang pemilu terkait calon legislatif yang pernah terpidana, namun hal tersebut tidak dilakukannya karena dokumen yang ia gunakan menyebut dirinya tidak pernah terpidana.

Fawer juga menerangkan bahwa ILAJ sudah menyerahkan dokumen terkait, dan telah melaporkan saudara IP ke Polres Simalungun. Kami ILAJ juga sudah pernah dimintai keterangan lebih lanjut sebagai saksi pelapor.

“Informasi yang kami dapatkan, begitu juga dengan KPU Simalungun telah dipanggil oleh Polres Simalungun untuk di mintai keterangan terkait laporan kami,
” jelasnya dijumpai di Kantor ILAJ di Jl. Desa Indah No 64 Kota Pematangsiantar.

Permasalahan seperti IP ini sudah pernah terjadi di Kabupaten Kulon Progo, sudah duduk menjadi anggota DPRD dan pada akhirnya harus menjadi tersangka karena memalsukan keterangan dalam dokumen-dokumen yang diperlukan ketika pencalonan sebagai legislatif.

Baca Juga  Pengembangan Danau Toba mulai Juli, Luhut : kita ikutkan pula ahli kultur orang Batak

“Oleh karena itu kita sangat berharap pihak Polres Simalungun agar segera menetapkan Sdr. IP menjadi tersangka,”tutupnya. (rls)