Dampak Covid-19, Politikus Berdarah Batak ini ungkap Kekhawatiran Potensi Konflik 2 Sampai 3 Bulan Kedepan

hitabatak.com > Artikel > Dampak Covid-19, Politikus Berdarah Batak ini ungkap Kekhawatiran Potensi Konflik 2 Sampai 3 Bulan Kedepan
Adian Napitupulu (foto : ist)

Dampak Covid-19, Politikus Berdarah Batak ini ungkap Kekhawatiran Potensi Konflik 2 Sampai 3 Bulan Kedepan

Jakarta – Melihat kondisi banyak masyarakat terpaksa berhenti bekerja, ditambah ancaman kelaparan, Politikus fenomenal berdarah batak dari partai PDI Perjuangan Adian Napitupulu angkat bicara dan mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi bangsa dalam dua-tiga bulan ke depan jika pandemi virus Corona (COVID-19) tidak mampu ditangani akan membuat konflik sosial rentan terjadi.

“Saya kira potensi munculnya konflik sosial sangat besar jika situasi semakin memburuk dalam 2-3 bulan ke depan. Kondisi rakyat seperti rumput kering yang mudah terbakar bahkan oleh isu yang sangat remeh sekalipun,” ujar Adian dalam pesan tertulisnya, Selasa (21/04/20).

Anggota Komisi I DPR ini pun mengatakan bahwa sesepele apa pun pemicu yang muncul di tengah masyarakat, bisa menimbulkan ledakan yang mungkin tidak sanggup diprediksi besarnya, antara lain keputusasaan karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan bercampuraduk dirasakan masyarakat serta masyarakat didera kelaparan.

“Jadi, potensi konflik sosial dan kriminalitas dalam beragam bentuk, berpotensi besar terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Bisa Juni, Juli atau Agustus serta Campuran tiga hal ini bisa menjadi energi kemarahan yang luar biasa,” tutur Adian.

Selain itu, kata Andian di beberapa negara sudah terjadi penjarahan, kerusuhan, dan peningkatan angka kriminalitas yang tajam.

“Coba browsing untuk mencari tahu ada berapa banyak peristiwa dalam beberapa waktu terakhir di beberapa negara sudah terjadi penjarahan, kerusuhan dan kriminalitas yang meningkat tajam,” ucapnya.

Di Indonesia sendiri sejak Februari hingga awal April 2020 jumlah orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan mencapai 2,8 juta.

Jumlah tersebut diprediksi mencapai 5 hingga 6 juta orang jika wabah Covid-19 berlanjut hingga Juli 2020. Adapun di sektor informal angkanya lebih fantastis lagi, yakni sekitar 71 juta orang yang bekerja di sektor itu.

Baca Juga  Togu Urat Ni Bulu Toguan Urat Ni Padang, Togu Nidok Ni Uhum Toguan Nidok Ni Padan

“Jika 20 persennya saja berhenti bekerja, maka ada 14 juta pengangguran baru,” tutur Adian

Terakhir, Aktivis ’98 dari Forum Kota ini menyarankan para menteri dan kepala daerah sebaiknya fokus bekerja mencegah penyebaran Covid-19, mengurangi pengangguran dan menyiapkan ketersediaan bahan pokok.

“Menteri dan kepala daerah yang punya ambisi menjadi calon presiden 2024 sebaiknya meredam dulu ambisi itu agar rakyat dan negara selamat. Baiknya menteri dan Kepala daerah bekerja fokus dan jangan menjadi penyebar isu,” pungkas Adian.

Sumber : Strategi.id
Editor    : Yedija M