Bupati Tobasa Darwin Siagian Digugat Di PN Balige

hitabatak.com > Artikel > Bupati Tobasa Darwin Siagian Digugat Di PN Balige

Bupati Tobasa Darwin Siagian Digugat Di PN Balige

Ir. Darwin Siagian, M. Sc., Bupati Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, menjadi salah satu pihak yang digugat PT. Morganda melalui Pengadilan Negeri (PN) Balige atas dugaan “cacat hukum”-nya proses pelelangan dari proyek jalan hotmix DAK (Dana Alokasi Khusus) 2017. Menurut rencana, sidang pertama dari gugatan tersebut akan digelar Selasa, 20 Juni 2017, di PN Balige, Jalan Patuan Nagari Nomor 6, Napitupulu Bagasan, Balige, Kabupaten Tobasa, mulai pukul 10.00 WIB.

Lewat gugatan bernomor perkara 43/6/2017/PN.BLG itu, PT. Morganda menuntut Bupati Darwin Siagian untuk tidak mengeluarkan surat-surat terkait pelelangan tersebut. Hal itu demi menghindari timbulnya kerugian yang lebih besar bagi penggugat.

Dalam gugatan yang didaftarkan di PN Balige tanggal 8 Juni 2017 itu, terdapat lima pihak yang menjadi tergugat, masing-masing secara berurutan adalah Ketua Pokja ULP (Unit Layanan Pengadaan) Pemerintah Kabupaten Tobasa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Tobasa, Bupati Tobasa, dan pimpinan Bank Sumut Cabang Balige.

Gugatan tersebut berawal dari munculnya pernyataan kontroversial Pokja ULP Tobasa dalam jawaban terhadap sanggahan PT. Morganda pada proses tender Pekerjaan Jalan Jurusan Pintu Pohan Meranti – Halado Bawah, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, senilai Rp 7,29 miliar.

Dalam jawaban terhadap sanggahan itu, Pokja ULP Tobasa menyebutkan adanya ketentuan baku yang mengharuskan jarak keberadaan Asphalt Mixing Plant (AMP) setiap peserta lelang terletak pada radius 120 km dari lokasi pekerjaan.

“Kami tidak bisa memahami, regulasi apa yang digunakan untuk membuat ketentuan baku tersebut? Karena, setahu kami, tidak ada satu pun ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan semua perubahannya tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mengatur soal jarak lokasi AMP dengan lokasi pekerjaan,” kata Bachtiar Panjaitan, Direktur Utama PT. Morganda, kepada IGS Berita, Kamis (15/6).

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Publik Komitmen Pemprov Sumut

Akibat adanya ketentuan kontroversial dalam proses tender tersebut, PT. Morganda mengklaim mengalami kerugian material sebesar Rp 2 miliar dan imaterial Rp 3 miliar.

Menyikapi gugatan PT. Morganda itu, salah seorang tokoh pengusaha Tobasa, Ungkap Marpaung, menyatakan dukungannya.

Bahkan, atas nama pembelajaran, Ungkap Marpaung berencana menghadirkan sejumlah masyarakat Tobasa untuk terus mengikuti proses persidangan dari perkara itu di PN Balige.

“Semua masyarakat harus belajar. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini, terutama dalam konteks pengadaan barang dan jasa pemerintah, juga soal cara-cara pemerintah membuat kebijakan, bahkan tentang bagaimana sebuah keadilan diciptakan melalui proses hukum,” kata Ungkap Marpaung kepada IGS Berita, selepas acara buka bersama dan penyerahan tali asih kepada anak-anak penghuni panti asuhan di Hotel Nabasa, Balige, Sabtu (10/6).

Sementara itu, Bupati Tobasa, Darwin Siagian, selaku salah satu tergugat dalam perkara ini, mengatakan akan mempelajari dulu gugatan PT. Morganda tersebut.

“Nanti kita pelajari dulu gugatannya,” kata Darwin Siagian kepada IGS Berita, Kamis (15/6), tanpa merinci lebih jauh makna dari pernyataannya itu. (mps).*

 

sumber : http://igsberita.com/bupati-tobasa-digugat-di-pn-balige/