Bumbu-Bumbu Khas Masakan Tapanuli

hitabatak.com > Kuliner > Bumbu-Bumbu Khas Masakan Tapanuli

Bumbu-Bumbu Khas Masakan Tapanuli

Masakan khas Tapanuli memang beda dan unik yang mengunggah selera makan. kebanyakan masakan Tapanuli menggunakan bumbu khas untuk menciptakan rasa yang unik.
Apa resepnya sehingga makanan khas orang Batak sangat lezat?

Anda dapat merasakannya ketika menyantap hidangan seperti nadi arsik atau populer dengan nama ikan arsik. Ada rasa yang berbeda. Semacam pedas yang menggigit di lidah . Atau bumbu saksang yang sangat mengunggah selera makan.

Kita lihat bumbu-bumbu khas batak dalam memasak:

Andaliman

andaliman

Bumbu yang satu ini sering disebut dengan julukan merica Batak. Rempah sejenis merica ini memang banyak dipakai dalam masakan asal Tapanuli.

Andaliman berasal dari tumbuhan suku jeruk-jerukan. Rasanya pedas dan memberikan sensasi menggigit. Di barat dan negeri Tirai Bambu, orang mengenal Andaliman dengan sebutan Sichuan pepper.

Hati-hati lidah kelu dan kebas jika terlalu banyak mengonsumsinya. Rasa kelu ini disebabkan oleh kandungan hydroxy-alpha-sanshool di dalam andaliman.

Huffington Post pun menulis bahwa andaliman lebih menyengat di bibir dibandingkan merica. Andaliman menyebabkan sensasi sekitar 50 getaran per detik.

Butiran andaliman biasanya dihaluskan bersama bumbu lain. Jika Anda makan ikan arsik, ayam napinadar, sambal tombur siap-siap menikmati sensasi menggigit dari merica Batak.

 

Kecombrang / Bunga Rias

Tumbuhan rempah berbentuk bunga ini dikenal juga dengan nama Kantan atau Honje. Aroma kecombrang membuatnya kerap dipakai untuk menghilangkan bau amis saat mengolah ikan mas menjadi ikan arsik.

Batang hingga bunga kecombrang kerap digunakan dalam masakan. Jika menggunakan batangnya, Anda bisa ambil bagian yang lunak.

Tapi kalau menggunakan bunganya, pilih yang masih kuncup atau muda. Saat memasak, bunga atau batang kecombrang diiris halus dan ditumbuk bersama bumbu lain.

Baca Juga  Kopi Sidikalang Wanginya Sudah Sampai Keluar Negeri

 

Rimbang

Sekilas rimbang mirip dengan leuncak dari Sunda yang bisa dijadikan lalap. Karena berasal dari suku terung-terungan. Di Tapanuli rimbang atau takokak digunakan untuk membuat daun ubi tumbuk.

Ciri khas rimbang memiliki rasa pedas dan buah yang bertekstur keras.

 

Jeruk jungga

Bentuknya mirip jeruk purut. Jeruk jungga memiliki rasa lebih masam daripada jeruk nipis. Aromanya lebih harum dibandingkan jeruk nipis.

Karena tingkat keasaman yang tinggi, jeruk jungga dipakai untuk membuat naniura. Naniura adalah cara penyajian lauk pauk tanpa dimasak. Ada yang menyebutnya sashmi ala Batak.

Nah, jeruk jungga digunakan dengan membaluri ikan mas dengan air jeruk jungga. Lalu didiamkan hingga meresap.

 

Bawang batak

bawang batak

Anda mungkin mengenalnya dengan nama lokio. Bumbu dapur yang satu ini terbilang mudah ditemukan. Bentuk bawang batak ini serupa bawang dengan ujung tangkai yang panjang dan berwarna cenderung putih.

Tanaman rempah yang satu ini populer dengan sebutan bawang batak, karena jenis bawang ini banyak ditemukan pada masakan khas Batak. Misal, arsik.

Anda juga bisa menambahkan lokio pada sajian tumisan ayam, dan daging. Aroma yang harum menambah cita rasa masakan menjadi makin sedap.