Buku ‘Seribu Sajak Tao Toba’ masuk dalam 10 Perpustakaan Terkemuka di Dunia

hitabatak.com > Artikel > Buku ‘Seribu Sajak Tao Toba’ masuk dalam 10 Perpustakaan Terkemuka di Dunia
Buku Seribu Sajak Tao Toba (foto : ist)

Buku ‘Seribu Sajak Tao Toba’ masuk dalam 10 Perpustakaan Terkemuka di Dunia

Medan РBuku Seribu Sajak Tao Toba hasil karya Jhon Fawer Siahaan, Sri RM, Idris Pasaribu dan sebagainya masuk kedalam 10 Perpustakaan Terkemuka di Dunia. Buku yang berisi kritik tentang kerusakan kawasan Danau Toba dalam bentuk Karya Sastra puisi ini sudah dilaunching pada 3 Maret 2014 lalu di Medan.

Adapun 10 Perpustakaan yang mengoleksi Buku yang berisi kurang lebih 250 puisi tersebut yakni, Leiden University Library, University of British Columbia Library, University of Washington Library, UC Berkeley Libraries, University of California, University of Wisconsin, Cornell University Library, Yale University Library, Library of Congress, Ohio University.

Jhon Fawer Siahaan selaku Penyuting buku Seribu Sajak Tao Toba melalui akun instagramnya menerangkan cerita dibalik masuknya buku Seribu Sajak Tao Toba ke sepuluh perpustakaan terbaik di dunia tersebut.

“Tahun 2014, awal terbit buku 1000 Sajak Tao Toba, ada seorang Ibu-ibu menelpon dari pesawat telpon, dan memesan buku Seribu Sajak Tao Toba 10 Eks , saya heran kok heran kok pesannya banyak dan bertanya. Untuk apa sebanyak itu ibu?, Katanya untuk dibagikan ke perpustakaan. Nah iseng semalam cek dimana saja ada buku seribu Sajak, ketemulah ini. Ternyata disinilah ke Sepuluh Buku ini. Terima kasih kami sampaikan sudah menyebarkan buku ini. Minimal ini pengobat hati,” tulis Jhon salah seorang Pegiat literasi di Medan.

Daftar Perpustakaan yang mengkoleksi Buku Seribu Sajak Tao Toba. (Foto : Instagram/Jhonfawer)
Daftar Perpustakaan yang mengoleksi Buku Seribu Sajak Tao Toba. (Foto : Instagram/Jhonfawer)

Sementara itu, dilansir dari laman Medanbisnisdaily, Jhon Fawer Siahaan awalnya tak menyangka buku Seribu Sajak Tao Toba bisa masuk ke-perpustakaan internasional hingga menyinggung perpustakaan lokal.

“Saya tak sangka buku itu disimpan di perpustakaan bergengsi itu. Ini menunjukkan minat literasi mereka sangat tinggi. Bagaimana dengan perpustakaan lokal? Mudah-mudahan buku ini juga disimpan di sana,” ujar Jhon yang juga owner dan founder Literacy Coffee.¬†

Baca Juga  18 Tempat wisata keren di sekitar Danau Toba yang patut Anda jelajahi