Bincang Seru Seputar Budaya Batak

hitabatak.com > Artikel > Bincang Seru Seputar Budaya Batak

Bincang Seru Seputar Budaya Batak

Flayer ini barusan dikirim ke wa saya. Minggu lalu saya dikontak untuk jadi narasumber sebagaimana di flayer. Saya tak tahu persis alasan penyelenggara “Bincang Seru Seputar Budaya Batak” ini meminta saya jadi narasumber. Saya bukan budayawan seperti Pri GS yang cakap membincangkan banyak hal dari sudut budaya yang dikaitkan dengan motivasi.

Namun, saya pikir pikir, walau saya bukan budayawan, paling tidak sejak saya merantau sampai sekarang selalu punya pimpinan orang Batak. Sejak bekerja di media; di tabloid JI pimpinan Dr Ruyandi Hutasoit, lalu ke penerbit Erlangga yang pemiliknya juga orang Batak, Hutauruk. Dari Erlangga ke majalah Bona ni Pinasa berlanjut di majalah Tapian.

Tapian sendiri punya slogan budaya untuk kemanusiaan, dipimpin Dolorosa Sinaga, seorang perempuan pematung hebat yang banyak mendorong saya mencintai budaya Batak lebih mendalam lagi. Saya panggil ibu Dolo, dialah yang memberikan kesempatan pada saya dari redaksi, tahun 2011 selama dua minggu mengitari kawasan Danau Toba dan situs-situs di tanah Batak, khususnya di Samosir. Walau naik sepeda motor, waktu dua minggu tak bisa saya jangkau semuanya.

Dari Tapian lalu ke harian umum Batak Pos, media yang didirikan Sopar Panjaitan, adik bungsu DI Panjaitan. Pimpinan pun berganti tetapi tetap orang Batak. Batak Pos koran nasional tetapi membahas budaya Batak. Salah satu wartawan yang diberi rubrik khusus adalah saya, membahas budaya Batak. Dari Batak Pos lalu ke tabloid Reformata, didirikan Pdt Bigman Sirait dan Dr Victor Silaen.

Dari Reformata lalu mencoba mendirikan majalah Soeara Batak dan tabloid Agape bersama bang Jhon SE Panggabean, hanya saja media tersebut tak bertahan lama. Sekarang aktif di dua media majalah Narwastu dan tabloid Suara Batak. Tabloid Suara Batak adalah media untuk membicarakan budaya Batak. Terbit atas dukungan Lokus Adat Budaya Batak (LABB) berpusat di Universitas Mpu Tantular. Paling tidak alasan itu, saya banyak mencecap diskusi budaya dan bergaul dengan tokoh-tokoh Batak, karenanya saya sedia berdiskusi besok. Yang ingin mengikuti silakan bergabung.

Baca Juga  GMKI Siantar-Simalungun : penanganan COVID-19 jadi Grand isu pilkada 2020

Penulis : Hojot Marluga