Arti Sitombol Dalam Adat Pernikahan Batak

Sitombol adalah kata dalam bahasa Batak yang berarti mahar dan kelengkapannya dalam adat pernikahan.

Tidak semua masyarakat batak memiliki harta yang lengkap dan melimpah. Kadangkala dalam pembahasan (harta benda) SINAMOT itu tidak dapat memberikan janji. Pihak paranak (laki-laki) hanya mampu menghaturkan sembah permohonan kepada pihak parboru (wanita).

Tenggang rasa sudah sejak lama berlangsung. Bila pihak parboru (wanita) lebih unggul dalam harta benda dari pihak paranak (laki-laki) maka berlaku adat “tongka masipamaluan” jangan mempermalukan karena kelak mereka akan menjadi keluarga.

“Napuran santampuk” sebagai wujud dari sembah penghormatan kepada parboru pun disepakati. Pihak parboru akan menanggung beban yang lebih besar.

Walau proses yang tejadi adalah ALAP JUAL namun dalam hal pembahasan Sinamot dan Somba ni UHUM tidak ada hal yang memenuhi sehingga ada penghalusan istilah dengan SITOMBOL.

Ini hanya sebutan, bukan bagian pembahasan dalam adat manggoli sinamot. Istilah SITOMBOL dan RAMBU PINUDUN sebenarnya adalah menutupi kekurangan akibat kemiskinan.

Tata Cara Pelaksanaan Sitombol Dalam Adat Batak

Istilah taruhon jual lazim disebut dengan Sitombol. Apabila adat perkawinan bersifat taruhon jual, dimulai dari mengantar mempelai oleh pihak keluarga kedua mempelai. Rombongan keluarga pihak perempuan akan segera keluar untuk menjemput rombongannya yang masih ada diluar Gedung Aula Pernikahan.

Kemudian mereka akan masuk dan diarahkan oleh protokol pihak mempelai laki-laki dan menyebutkan jika mereka sudah siap menyambut dan menerima kedatangan keluarga pihak mempelai wanita. Selanjutnya protokol pihak keluarga mempelai laki-laki, mempersilahkan marga dari hula-hula-nya dan segera meminta musik untuk penyambutan tersebut.

Ketika memasuki gedung biasanya rombongan akan membawa sejumlah tampa 78 yang berisi ikan mas, sebagai ikan yang digunakan dalam adat tersebut. Selain membawa ikan tersebut mereka juga membawa boras sipir ni tondi bakul berisi beras. Rombongan ini hanya terdiri dari hasuhuton 79 pihak mempelai wanita beserta saudara semarganya boru,bere, ale-ale dan dongan sahuta 80 .

Baca Juga  Bupati Taput Kunjungi Mahasiswa Asal Taput Di Bengkulu, Angkat Topik Pembangunan Daerah

Jika sudah didalam Gedung mereka akan mengambil posisi yang telah disediakan yakni disebelah kanan pintu masuk. Apabila rombongan pihak mempelai wanita sudah berada di tempat duduk, maka pihak mempelai laki-laki meminta ijin dalam rangka menyambut hula-hula pihak mempelai laki-laki.

Untuk itu protokol pihak mempelai laki-laki menyuarakan tiap-tiap marga hula-hula-nya dan segera meminta musik dimainkan. Adapun hula-hula yang disuarakan sebagai berikut :

  • hula-hula pangalapan boru rombongan tulang pengantin pria,
  • tulang rorobot tulang dari ibu penganti,
  • bona tulang tulang dari ayah pengantin pria,
  • hula-hula dari kakak dan adik mempelai.

78 Sejenis piring berukuran besar 79 Hasuhuton berasal dari kata suhut yang berarti orang yang berpesta 80 Bere yaitu anak dari saudara perempuan kita. Ale-ale yaitu kerabat dan teman dekat. Dongan sahuta yaitu satu kampung.

Setiap pihak hula-hula masuk Gedung/Aula masing-masing dibunyikan musik sebagai penyambutan. Pihak mempelai pria manortor menari dengan posisi tangan menyembah sedangkan pihak hula-hula menari dengan posisi tangan memberkati.

Tahap selanjutnya, protokol pihak laki-laki memberikan kepada pihak wanita untuk menyambut hula-hula mereka. Pihak mempelai wanita bersiap untuk menyambut hula-hula dan protocol akan menyuarakan setiap marga hula-hula.

Adapun hula-hula yang yang disuarakan sebagai berikut :

  • hula-hula pangalapan boru tulang penganti wanita,
  • tulang rorobot tulang ibu pengantin,
  • bona tulang tulang dari ayah penganti pria,
  • hula-hula dari kakak dan adik dan hula-hula yang lain.

Catatan: menurut versi lama penyambutan hula-hula baik oleh pihak mempelai laki-laki paranak maupun pihak mempelai wanita parboru selalu diwajibkan datang menyongsong ke gerbang atau pintu Gedung.

Namun acara perkawinan saat ini sudah lebih sederhana, dimana kedua belah pihak cukup menari-nari didepan podium sedangkan hula-hula akan disambut oleh penari latar, dan rangkaiannya seperti dibawah ini :

  1. Siap untuk menyambut Hula-hula.
  2. Hula-hula masuk ke Gedung Pernikahan Setelah acara penyambutan selesai, maka acara selanjutnya adalah acara penyampaian atau penyerahan makanan adat dimana pihak mempelai laki-laki menyerahkan tudu-tudu ni sipanganon. Pihak menantu wanita juga menyerahkan ikan adat yang dikenal dengan dekke suhut sebagai imbalannya. Setelah itu, doa makan segera dipimpin oleh petua agama yang diundang dan mereka makan bersama-sama.
  3. Penyampaian tudu sipanganon.
  4. Penyampaian dekke a. Pembagian Jambar Sesuai dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jambar adalah makanan adat Batak Toba. Jambar disebut juga dengan tudu-tudu ni sipanganon. Ketika acara penyerahan tudu-tudu ni sipanganon, pihak mempelai laki-laki paranak sudah menyerahkan tudu-tudu ni sipanganon kepada pihak menantu wanita parboru. Selanjutnya protokol parboru akan mempertanyakan atau mengkonfirmasi aturan pembagian daging tersebut kepada pihak paranak.
Baca Juga  Warga Sumut dihimbau Terapkan 3M dimasa Pandemi Covid-19

Fakta saat ini, tidak ada lagi pemaknaan manggoli SINAMOT sebagai penjaminan hak perempuan di depan keluarga suaminya. Melulu membahas materi yang akan diterima PARBORU. Kesannya seperti MAHAR dan ada yang menyatakan seperti itu.

Pergeseran pemahaman itu berangsur sejak pihak paranak menyatakan bahwa, kerbau, sawah, emas semuanya sudah dijual untuk menyekolahkan anaknya dan itulah (ilmu pengetahuan, pekerjaan) kelak menjadi PANJAEAN bagi mereka.

Semakin jauh makna Sinamot ditinggalkan karena ada tradisi “langsung” saja. Tawar menawar pun terjadi, hitung hitung pos pengeluaran parboru; ulos yang akan diberi, dengke yang akan dimasak, ongkos rombongan yang diundang. Kesannya SINAMOT NI BORU tapi orang tua perempuan yang menghabiskannya.

Di sela keruwetan pelaksanaan acara adat, ibu pengantin perempuan berkelana menemui semua undangannya dan menyalamkan uang ribuan dengan ucapan “godang do jujalo tuhor ni borunta” atau sesuai dengan hubungan kekeluargaan. Dia menyatakan telah menjual anaknya.

sumber : https://klikbatak.com/lifestyle/arti-marsitombol-dalam-pernikahan-adat-batak/

Share