Sebastian Hutabarat saat mendengarkan putusan hakim PN Balige, Kamis 9 Januari 2020. (Foto: Tagar

hitabatak.com/Samosir,- Aktivitas Lingkungan dari Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Sebastian Hutabarat dijatuhi hukuman dua bulan penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Balige.

Hakim PN Balige menilai Sebastian telah melanggar Pasal 310-311 KUHP dalam sidang di Pengadilan Negeri Balige di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Kamis, 9 Januari 2020 atas laporan Jautir Simbolon.

Dilansir dari laman berita Tagar, Sebastian dituduh melakukan telah melakukan fitnah atas tidak adanya izin galian tambang batu milik Jautir Simbolon. Padahal menurut pihak kuasa Jautir, kliennya memiliki izin tambang di Silimalombu, Kabupaten Samosir.

Atas putusan yang langsung dibacakan hakim ketua Paul Marpaung tesrbut, Sebastian melalui penasihat hukumnya menyatakan untuk banding.

“Putusan hakim atas perkara kami dengan tuduhan fitnah terhadap saudara Jautir Simbolon dengan dua bulan penjara, persis sama seperti tuntutan jaksa dan putusan hakim terhadap saudara Jautir Simbolon yang sudah menganiaya saya dan Johanes Marbun hingga berdarah- darah, dan kemudian menyandera saya. Tentu saja kami minta banding. Mohon dukungan teman-teman mengawal dan membantu memperjuangkan kasus ini,” ujar Sebastian, Kamis 9 Januari 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Jautir Sombolon mengaku taat hukum dan percaya secara adil yang telah diputuskan oleh pengadilan.

“Saya ini taat hukum, sedangkan divonis saja saya jalani kok. Saya percaya bahwa apa yang diputuskan pengadilan itulah putusan yang adil,” ujar Jautir, pengusaha yang juga kerabat Bupati Samosir Rapidin Simbolon.

Baca Juga  Meski Menuai Banyak Kontra Ahok Resmi jadi Komisaris Utama Pertamina