Sutradara Ronggur Sihombing meninggal dunia

Dunia film tanah air kembali berduka, sutradara Ronggur Sihombing meninggal dunia pada Minggu (21/3) malam.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh adik kandung Ronggur, Danton Sihombing.

“Iya benar,” ujar Danton saat dihubungi ANTARA, Senin.

Seniman senior Jose Rizal Manua pun membagikan kabar duka itu melalui laman Facebook pribadinya.

“Telah berpulang rekan kita Bung Ronggur Sihombing (sutradara) putra dari almarhum Wahyu Sihombing sutradara senior legendaris pada pukul 23.20 WIB,” ujar Jose.

“Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan-kesalahan yang almarhum perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja selama ini,” imbuhnya.

Tak hanya Jose, grup band Wali pun mengucapkan rasa belasungkawa. “Keluarga Besar Wali Band turut berduka cita atas meninggalnya Bpk. Ronggur Sihombing. Salah satu sutradara terbaik yang dimiliki Indonesia,” kata Wali.

“Semoga Amal Ibadah beliau diterima disisi-Nya dan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah,” lanjut Wali.

Ronggur Sihombing lahir di Jakarta pada 19 April 1966. Sutradara film “Puber” 2008 itu merupakan putra sulung pasangan sineas Wahyu Sihombing dan penulis skenario Tatiek Maliyati.

Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari pendiri serikat buruh independen pertama di Indonesia, Muchtar Pakpahan. Dia menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu malam 21 Maret 2021, pada umur 67 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Migran Care, Wahyu Susilo di halaman Twitternya yang dikutip VIVA, Senin 22 Maret 2021. Muchtar meninggal dunia sata menjalankan perawatan di RS Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan.

“Selamat jalan bang Muchtar Pakpahan. Keberanianmu mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia saat rejim Orde Baru hanya mengakui SPSI adalah teladan perlawanan,” cuit Wahyu.

Seperti diketahui, semasa hidup, Muchtar merupakan tokoh buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia. Pria kelahiran Bah Jambi 2 Tanah Jawa, Simalungun Sumatra Utara ini memperoleh berbagai penghargaan hak asasi manusia internasional.

Baca Juga  Minggu, 9 Februari 2020 (Minggu Septuagesima)

Sekarang, Pakpahan aktif sebagai pengacara di firma hukumnya, Muchtar Pakpahan Associates, dan mengajar di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Muchtar menghabiskan masa kecilnya di daerah Tanah Jawa, Sumatra Utara dan ketika memasuki sekolah menengah atas, dia memilih hijrah ke Medan. Suami Rosintan Marpaung ini memperoleh gelar sarjana hukumnya di Universitas Sumatra Utara (USU).

Sementara itu, Program Pascasarjananya, S2 politik, di Universitas Indonesia (UI) (1989). Gelar doktor hukum diraih Muchtar di Universitas Indonesia tahun 1993 dengan disertasi yang kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul DPR Semasa Orde Baru.

By Hitabatak

Berbagi informasi menarik tentang Batak.